Episod pertama adalah penegasan Kapolri didampingi Menkominfo kepada sejumlah wartawan bahwa Polri tidak melakukan kriminalisasi terhadap KPK. Kapolri pun meminta media untuk tidak lagi menggunakan istilah tersebut.
Keesokan harinya, Selasa, publik akhirnya bisa membandingkan antara pernyataan Kapolri dengan pemutaran rekaman telepon Anggodo ke sejumlah petinggi di kepolisian dan kejaksaan. Di situ, semua orang yang mendengar, tidak perlu lagi pendidikan tinggi dan logika yang jelimet, apa yang tersingkap dari rekaman jelas-jelas merupakan adanya upaya-upaya untuk mengkriminalisasi pimpinan KPK, khususnya Bibit dan Chandra.
Episod kedua adalah pernyataan awal Kapolri soal pengunduran diri Susno Duadji. Awalnya, ketika bertemu dengan tim pencari fakta, Kapolri menyatakan bahwa Susno Duadji mengundurkan diri atau dinonaktifkan.
Tapi, ketika rapat kerja dengan komisi III semalam, Kapolri menyatakan bahwa penonaktifan Susno hanya sementara selama proses pemeriksaan oleh TPF. Kalau sudah selesai, Susno Duadji pun bisa aktif kembali di posisi semula sebagai Kabareskrim.
Episod ketiga adalah soal kepergian Anggodo dari Mabes Polri ketika menjalani pemeriksaan. Kepada TPF, Kapolri menegaskan, seperti yang diucapkan Adnan Buyung Nasution, bahwa Anggodo masih berada di Mabes untuk menjalani pemeriksaan.
Ternyata, beberapa wartawan di antaranya dari media televisi pada Rabu malam sekitar jam 22.30, sempat merekam kepergian Anggodo dengan menumpangi mobil Avanza warna hitam. Anggodo keluar Mabes melewati pintu belakang. Dan ini pun akhirnya disaksikan jutaan penonton.
Episod Keempat adalah soal pencabutan pengakuan Ari Muladi soal pemberian langsung uang suap dari Anggodo ke pimpinan KPK, Bibit dan Chandra. Pada acara raker dengan komisi III DPR RI semalam, Kapolri menyatakan bahwa Ari Muladi tidak pernah mencabut pengakuannya pada BAP yang pertama. Artinya, Ari Muladi memang menyampaikan langsung uang suap tersebut ke Bibit dan Chandra.
Siang tadi, dalam wawancara dengan stasiun televisi, Ari Muladi menegaskan bahwa ia tidak memberikan langsung uang suap dari Anggodo ke pimpinan KPK, baik Chandra maupun Bibit. Ari memberikannya ke orang yang bernama Yulianto. mnh
Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/nasional/kebohongan-kebohongan-di-pernyataan-kapolri.htm
Ari Muladi : Saya Tidak Pernah Bertemu Chandra dan Bibit
Jakarta - Berita acara pemeriksaan (BAP) Ari Muladi tertanggal 15 Juli yang telah dicabut Ari Muladi dijadikan bekal oleh polisi untuk menjerat Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Dengan tegas Ari Muladi mengaku tidak pernah sekali pun bertemu dengan Chandra maupun Bibit.
"Saya tidak pernah bertemu dengan Ade Raharja (pejabat KPK-red), Chandra, Bibit. Tidak pernah sekali pun," kata Ari Muladi dalam wawancara eksklusif di Metro TV, Jumat (6/11/2009). Pernyataan Ari seirama dengan pengakuan Chandra bahwa dia tak mengenal dan tak pernah bertemu Ari Muladi.
Ari Muladi mengakui telah tidak jujur saat diperiksa oleh polisi pada 15 Juli lalu. "Saya dulu berbohong karena saya ingin menolong teman saya, Anggodo. Biar seolah-olah saya yang di depan," kata Ari Muladi.
Ari kembali menegaskan, tidak pernah menyerahkan uang sepeser pun ke pimpinan ataupun pejabat KPK. Uang itu diberikannya kepada seseorang bernama Yulianto.
Ari Muladi mengatakan, sosok Yulianto benar-benar ada. Ari Muladi telah menggambarkan sosok Yulianto di depan penyidik Polri.
"Saya bisa gambarkan ke penyidik yang terakhir. Ke Pak Didit ya, bukan Pak Dikdik, dia khusus menanyai saya khusus soal Yulianto ini," katanya.
Namun Ari Muladi tidak mengetahui keberadaan Yulianto. "Saya nggak bisa nyari, itu menjadi tugas polisi," katanya.
Dalam dokumen 15 Juli yang dibuat bersama Ari dan Anggodo Widjojo dengan tanda tangan di atas materai, Ari mengaku menyerahkan uang dari Anggodo ke pimpinan KPK.
Namun kemudian, Ari mencabut pernyataannya itu. Dia mengaku saat membuat pengakuan itu di bawah tekanan. Ari kemudian menyebut bila dia menyerahkan uang ke Yulianto yang sekarang masih misterius.
Namun polisi tetap akan menggunakan BAP tersebut karena Ari dianggap tidak mencabut keterangannya namun hanya menambahkan bahwa uang Rp 1 miliar itu diserahkan kepada Yulianto.
(ken/nrl)
Sumber : http://www.detiknews.com/read/2009/11/06/161933/1236804/10/ari-muladi-saya-tidak-pernah-bertemu-chandra-dan-bibit

